Translate this Blog!

English French German Spain Italian Dutch
Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Selasa, 19 April 2011

Seabad Kelok 9 (1910 dan 2010)



Atas : Tahun 1910 (Sumber : Koleksi KITLV, Leiden)
Bawah : Tahun 2010 (Sumber : subkiskeigoblogspot.com)
Kedua foto ini mengambil lokasi dan angle yang sama, tapi dipisahkan jarak waktu seratus tahun. Lokasi yang dipilih adalah Kelok Sembilan, sebuah lokasi berjarak kira-kira 70 km dari Bukittinggi arah ke Pekanbaru.
Sesuai namanya, Kelok Sembilan mempunyai 9 buah kelok (bahasa Minang yang berarti tikungan) dengan sudut putar 180 derjat. Sebuah cara yang dibuat oleh Belanda dalam menyiasati beda tinggi yang mencolok antara jalan bagian bawah dan bagian atas. Cara ini efektif untuk memperpendek jarak tempuh karena tidak perlu memutar mengelilingi bukit. Selain disini, kelok yang banyak juga terdapat di Kelok 44 (Maninjau) dan Sitinjau Laut (Padang-Solok). Lain waktu kita jalan-jalan ke sana.
Kelok 9 dibangun Belanda pada tahun 1908 - 1910. Pada foto pertama, sepertinya dipotret pada saat jalan itu baru selesai dibangun tahun 1910. Ini terlihat dari lingkungan yang bersih dari tanaman-tanaman besar. Bahkan ada yang masih bertumbangan. Dalam foto juga terlihat sebuah mobil menuruni kelok sembilan dan di kejauhan sana terlihat jalan mengular menuju kepekatan rimba raya, ke arah kota Pajakoemboeh alias Payakumbuh. Terbayang waktu itu, apa yang ada dalam pikiran para penumpang mobil ketika berjalan dalam naungan batang kayu raksasa di kiri-kanan jalan. Alangkah beraninya!
Foto kedua, seratus tahun kemudian. 2010. Perbedaan yang mencolok adalah jalan sudah dilapisi aspal mulus lus lus. Kemudian kepekatan hutan terlihat berkurang dan tidak seseram foto seratus tahun sebelumnya. Yang pasti masih sama adalah konstruksi dinding penahan tanahnya. Dari kedua foto dapat dipastikan dinding itu adalah dinding yang sama. Dilihat dari bentuk dan alur-alur yang ada di permukaan dinding. Seratus tahun menantang panas dan hujan tidak membuat dinding itu lapuk dimakan usia. Jangankan rubuh, sompel pun tidak! Hanya ada penambahan dinding di sebelah kiri arah jurang. Mungkin untuk pencegahan karena sudah banyak pembalap jalanan yang terjun ke dalam sana.
Terakhir, ternyata kedua foto ini memperlihatkan bahwa lebar jalan di sana tidak berubah selama 100 tahun. Padahal kendaraan yang lewat sudah berbeda jauh ukurannya. Pantas saja sering macet....:)

27 komentar:

  1. nice article Gan...:)

    BalasHapus
  2. anonim : makasi gan..:)

    BalasHapus
  3. hamdi : tengkyu bos..:)

    BalasHapus
  4. Mantap...saya tagg ya...tenkyu

    BalasHapus
  5. poto kelok9 nya diupdate dong gan dengan yang terkini...kan agan tinggal pencet2 tombol mobile, in just one seken pasti deh datang tu poto... :)

    BalasHapus
  6. Anonim : Boleh juga usulnya, tapi sementara disimpan dulu ya. Nanti kalo jembatan kelok 9 nya udah siap baru kita update. Sekalian membandingkan antara produk Belanda sama produk anak bangsa..:)

    BalasHapus
  7. wah bagus sekali nih....
    terkait sejarah, mohon shering di blog aku...
    makasih banyak....

    BalasHapus
  8. Cing Omat : Silakan di shering-shering..jangan lupa bawa sumbernya sekalian heheh...

    BalasHapus
  9. .. bukankah thn 2010 sdh ada sebagian dr konstruksi kelok 9 yg baru yg sdg dikerjakan?? sprtinya foto ke 2 (yg baru) diambil sblum thn 2010.

    BalasHapus
  10. Sh.Abrar : foto itu juga saya dapat dari internet, tanpa tanggal. Namun begitu, saya juga kurang yakin apa tahun 2010 konstruksi kelok 9 sudah mulai konsruksi pilar di kiri-kanan jalan lama ini atau masih diseputaran memotong tebing di sebelah kiri foto. Apapun itu, terimakasih telah berbagi informasi bung Abrar! :)

    BalasHapus
  11. mantap artikel nya boss... kapan gambar lainnya keluar.. atau bisa kasih informasi sumber data/foto ini.. trims

    BalasHapus
  12. bung Anonim : sumber foto ada tercantum di bawah tulisan. Silakan langsung meluncur ke tekape...:)

    BalasHapus
  13. alah salasai jembatan baru nyo pak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bang rudi88, alah sakarek. Sakarek lai :)

      Hapus
    2. salasai nyo duo ribu duo baleh bang

      Hapus
  14. Balasan
    1. Tanggal 31 Oktober 2013 kemarin sudah diresmikan SBY da Azzumar..

      Hapus
  15. Dimalah hati, indak ka rusuah
    Sadang basayang, uda bajalan

    BalasHapus
  16. takona jo kampung jadie

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cigok-cigok juo lah kampuang tu, da.

      Hapus
  17. Balasan
    1. Tul uda Febry Vernando. Udah main ke sana?

      Hapus
  18. mantab infonya Indonesia Keren cuy

    BalasHapus