Translate this Blog!

English French German Spain Italian Dutch
Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sabtu, 31 Agustus 2013

[STOP PRESS] Klik ke 100.000: Diaspora Rang Minang

Pagi ini begitu membuka laman blog ini, ambo dapati deretan angka pada counter pengunjung sudah melewati angka 100.000 klik. Hhhhh, ambo menghela nafas. Tidak menyangka bahwa perjalanan blog ini menjadi sedemikian jauh. Untuk sebuah blog yang hanya dibuat secara iseng-iseng dengan topik yang sangat spesifik pula, bagi ambo angka seratus ribu klik adalah sebuah prestasi yang sangat-sangat-sangat luarrrr biasa. Terimakasih tentunya buat dunsanak pembaca semua. 

Selain itu,  dari flag counter yang ambo pasang di blog ini dapat juga kita melihat sampai dimana sebenarnya rantau urang awak itu. Kalau bahasa yang sedang nge-trend sekarang ini: diaspora. Artinya kurang lebih penyebaran. Ya, merantau itu.

Sepertinya setiap putra Minang memang memahami penuh makna pantun Karatau madang dihulu/Babuah babungo balun/Marantau bujang dahulu/Dirumah paguno alun. Lihatlah jembrengan diaspora para putra Bundo yang meng-klik blog kita ini. Seluruh dunia.



Tapi tunggu dulu. Apa bisa dijamin bahwa semua yang meng-klik blog ini orang Minang? Ambo pastikan: ya. Argumennya sederhana saja. Siapa lagi yang tertarik membaca sejarah usang suatu bangsa kalau tidak bangsa itu sendiri. Kecuali sejarawan, ya. Dan sejarawan juga tidak banyak jumlahnya. 

Secara persentase seperti dibawah ini.



Masih kurang yakin? Okelah kalau begitu. Kita diskon saja. Untuk klik yang di bawah 5...atau..10-lah kita anggap orang nyasar.  Hasilnya adalah dari 82 negara yang sudah mengunjungi blog ini, 56 negara mempunyai klik diatas 10. Artinya kunjungan dari negara itu berulang lebih dari 10 kali. Artinya lagi: pembaca tetap.

Di posisi puncak tentu Indonesia (34,2%). Selanjutnya diikuti Amerika (12,3%), Belanda, Jerman, Perancis dan Inggris. Ada juga Kanada (no. 10) dan Italia (no. 14). Ini tidak mengherankan, karena negara-negara ini adalah negara-negara tujuan utama para mahasiswa asal Indonesia dalam menuntut ilmu, baik S1, S2, S3 maupun post-doc. Dan diantara mereka pasti banyak yang merupakan keturunan minang.

Yang menakjubkan bagi ambo adalah negara-negara Eropa Timur. Ceko, Rusia, Bulgaria dan Rumania adalah jawaranya. Persentase kunjungan mereka sangat tinggi, termasuk negara-negara pecahan Uni Soviet seperti Latvia, Estonia, Lithuania dan Belarusia. Apakah mungkin para pengunjung dari Eropa Timur ini bagian dari mahasiswa yang tidak pulang akibat peristiwa G.30.S dulu? Ataukah mereka bagian dari para pekerja migas yang memang produktif di Eropa Timur? Yang jelas, terlihat bahwa Eropa Barat dan Eropa Timur sudah lanyah oleh anak-anak Minang. Termasuk Eropa Utara yang membeku. Bahkan Islandia yang sudah dekat kutub pun tak luput didatangi.

Hal lain yang juga menakjubkan bagi ambo adalah kehadiran pengunjung (baca:orang Minang) di pelosok dunia yang tidak ambo sangka-sangka. Contohnya dari British Virgin Island, Amerika Selatan (Bolivia dan Brasil) serta Libanon dan......Israel (!). Kunjungan mereka cukup sering. Israel, ya? Hmm...

Khusus untuk Amerika Serikat yang jumlah kunjungannya nomor dua setelah Indonesia, dari 51 negara bagian tercatat hanya 11 negara bagian yang tidak muncul di catatan blog ini. Tapi ambo yakin itu bukan berarti di 11 negara bagian itu tidak ada anak minang. Hal itu karena masih ada kunjungan yang tidak teridentifikasi oleh sistem karena sesuatu dan lain hal. Jumlahnya juga cukup signifikan. Bisa jadi salah satu atau salah duanya dari antara yang 11 itu.

Begitulah kisah diaspora anak-anak Minang yang dapat terbaca lewat pengunjung blog ini. Mereka (baca: kita) ada dimana-mana. Tinggal bagaimana mengelola potensi yang begitu besar menjadi sebuah kekuatan. Tidak hanya kekuatan ketika mudik. Tapi juga untuk peningkatan ekonomi urang kampuang.

(Sumber: Flagcounter.com)








19 komentar:

  1. Selamat atas 100k kliknya, meskipun awal awal saya ragu apakakh blog ini akan bertahan lama mengingat bung ntonk pernah kelihatan rada ogah ogahan mengupdatenya, heheheh...

    Regards,
    Chan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..uda Chan...makasih masih terus mancigap-cigap blog ini...

      Hapus
  2. Ngga usah heran ada bendera Israel disana bung ntonk, sedangkan adik Buya aja ada yg jadi penginjil.........

    BalasHapus
    Balasan
    1. komen yang superb da Aciax...(gaya Mario Teguh)..:)

      Hapus
    2. Saya putra minang yang mendamba pengetahuan dengan topik se spesifik konten blog anda ini. Keharusan maadu untuang membuat jauh dari kaba kaba semacam ini. Tidak ada rang tuo tuo, apalagi kaum intelektual disekitar saya- pekerja shift2an disebuah hotel, dilamun rantau ke beberapa kota di negara ini semenjak lepas SMA,dibesarkan oleh kultur populer era 90an- tempat bertanya mengenai asal usul saya. Blog ini menjadi salah satu mata air bagi saya. Saya tak pandai dlm berkata, Pokoknya terimakasih, saya tunggu selalu ulasan2 uda ntonk.

      Hapus
    3. Saya putra minang yang mendamba pengetahuan dengan topik se spesifik konten blog anda ini. Keharusan maadu untuang membuat jauh dari kaba kaba semacam ini. Tidak ada rang tuo tuo, apalagi kaum intelektual disekitar saya- pekerja shift2an disebuah hotel, dilamun rantau ke beberapa kota di negara ini semenjak lepas SMA,dibesarkan oleh kultur populer era 90an- tempat bertanya mengenai asal usul saya. Blog ini menjadi salah satu mata air bagi saya. Saya tak pandai dlm berkata, Pokoknya terimakasih, saya tunggu selalu ulasan2 uda ntonk.

      Hapus
    4. Tarimokasih apresiasinya, uda Eko. Tetap Semangat!!

      Hapus
  3. Yang paling penting kalimat terakhir dari uda ntonk : bagaimana mengelola potensi yang begitu besar menjadi sebuah kekuatan, terutama untuk peningkatan ekonomi urang kampuang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padek tu da Jasrial...

      Hapus
    2. iko pak jasrial dosen teknik UNP kah?

      Hapus
  4. Capetown absen ciek min :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Okeh....salam untuk tim sepakbolanya Bafana-bafana...:)

      Btw, di Afsel konon ada keturunan ulama asal Minang, Syech Yusuf kalo ndak salah. Punya cerita, uda?

      Hapus
  5. Awak sato lo ciek da Ntonk, untuak nambah2 ilmu je :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ye laahhh....uda Nofriadi Dino....*upinipinstyle* :)

      Hapus
  6. awak ingin urang minang tu BERANI BEDA
    azik234.student.ipb.ac.id

    BalasHapus
  7. Klo lidi cuma sabatang indak ado artinyo tpi klo lidi tu alah sakabek baru sangat penting artinya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sakabek sudah bisa dipakai untuk menyapu tu uda Mike...

      Hapus
  8. Klo lidi cuma sabatang indak ado artinyo tpi klo lidi tu alah sakabek baru sangat penting artinya..

    BalasHapus