Translate this Blog!

English French German Spain Italian Dutch
Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 14 Juli 2011

Stasiun Pariaman (1935)


Sebuah stasiun Kereta Api di bibir pantai. Beberapa pejabat stasiun berpakaian putih terlihat berpose menghadap kamera. Matahari bersinar cerah pagi itu. Kok tau itu pagi? Ya, karena sinar matahari datang dari arah belakang, menghantam langsung ke dinding putih stasiun yang bertuliskan "PRIAMAN". Ingat, bahwa Pariaman berada di pantai barat Sumatera. Artinya, sinar datang dari Timur. Timur artinya pagi. Sederhana, bukan? :)
Inilah stasiun Pariaman. Sampai sekarang stasiun ini masih ada dan masih berfungsi membawa penumpang dari Padang ke Pariaman dan sebaliknya. Namun kondisinya sudah jelas jauh berbeda.
Stasiun sekarang tenggelam ditengah hiruk pikuknya pasar Pariaman. Berbeda dengan di dalam foto yang terlihat berwibawa, stasiun sekarang terlihat kerdil karena kalah tinggi dengan bangunan-bangunan ruko di sekitarnya.
Tegak lurus terhadap stasiun sekarang adalah jalan besar, dan disanalah deretan ruko serta pasar berdiri. Sejajar dengan rel di depan stasiun juga ada jalan yang membawa kita menuju pantai Gondoriah, pantai wisata kota Pariaman. Kita bisa makan nasi SEK disana. Eits, jangan salah. Nasi SEK adalah istilah lokal yang artinya nasi SEribu Kanyang (Kenyang). Tapi itu dulu, waktu istilah itu baru diciptakan. Sekarang, jangankan kenyang, nasi apa yang bisa dapat dengan duit cuman seribu perak????? :)
(Sumber : kitlv.nl)

11 komentar:

  1. woegh... jadi taragak dengan nasi sek nich...

    tapi seingat saya nasi sek itu seratus kanyang, bukan seribu, rasonyo tidak berketentuan, tapi babali juo ha ha ha...

    BalasHapus
  2. @Adhim : Nasi seharga seratus perak ? Zaman kapan tuh ?

    Jangan jangan pak Adhim salah satu dari yang ada pada foto diatas...

    hehe, becanda pak :)

    BalasHapus
  3. Adhim : wah, itu jaman harga emas berapa ya? hehehe..

    rh4ni3 : jaman belum banyak demo kayak sekarang tuh..:)

    BalasHapus
  4. wah kalo dilihat berdasarkan foto di atas, jarak stasiun dengan laut dekat ya. klo sekarang jarak stasiun ama lautnya lumayan jauh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mayangkoto,

      Keliatan dekat mungkin karena ndak ada bangunan lain di sekitarnya.

      Sekarang keliatan jauh karena lautnya tertutup ruko dan pasar..:)

      Hapus
  5. jadi taragak piaman....hikzhikzhikz....:'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pulkam ubek e, uniang Mary Ance...:)

      Hapus
  6. salam kenal..
    bagi anda yang ingin melakukan tour wisata bersepeda bukitinggi dan maninjau si Sumatra Barat.
    kunjungi kami.
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lanjut uda Ikhsan. Kalau barasaki bagi-bagi yooo :)

      Hapus
  7. Nasi SEK = Nasi SEpuluh Kanyang kini lai.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya 10 bungkus baru kenyang? :)

      Hapus